Laptop Gaming dan Laptop Konsumer Itu Beda. Inilah 5 Perbedaannya


Ketika kamu berhasrat untuk membeli laptop gaming dan punya uang sekitar 7 juta, kamu berfikir kamu bisa membeli sebuah laptop yang mampu menjalankan game favoritmu dengan lancar dengan setting high di resolusi full HD.

Lalu kamu pergi ke toko komputer dan mendapati kalau ternyata laptop gaming itu ternyata lebih mahal dari uang yang kamu punya. Kamu berfikir kenapa dengan uang yang segitu banyaknya tidak bisa membeli laptop gaming?

Atau jika kamu jadi membeli sebuah laptop dengan harga 7 juta, kamu mendapati kalau game favorit kamu tidak bisa dijalankan dengan baik. Kamu menyesal dan bingung harus diapakan laptop ini. Dijual lagi tentu harganya turun drastis.

Ingat kawan, laptop gaming itu tidak bisa dibeli dengan harga 7 juta. Minimal kamu harus menyiapkan dana hingga 11 juta agar bisa membeli laptop gaming. Kenapa begitu?

1. Laptop gaming punya GPU (Graphic Processing Unit) yang mumpuni

Harga sebuah laptop yang khusus untuk bermain game memang tidak murah. Tetapi harga yang mahal itu sebanding dengan GPU yang didapatkan. Minimal kamu bisa mendapatkan GPU sekelas NVIDIA GeForce GTX 1050 yang mampu menjalankan game dengan lancar pada settingan 1080p.

Bandingkan dengan laptop biasa yang hanya mempunyai GPU sekelas Intel Graphic yang kemampuan gamingnya jauh dibawah GTX 1050. Memang ada yang laptop yang memiliki GPU terpisah seperti MX150. Namun kemampuannya masih dibawah GTX 1050.

2. Laptop gaming punya prosesor yang performanya lebih baik

Percaya atau tidak, laptop untuk gaming memiliki prosesor yang lebih baik ketimbang laptop biasa. Walaupun sama-sama memiliki prosesor, misalnya, Core i5.

Perbedaannya terletak pada seri dibelakangnya. Jika laptop biasa memiliki prosesor Core i5-7200U, maka pada laptop gaming yang harganya murah, memiliki prosesor Core i5-7300HQ sebagai otak pemprosesannya.

Seri U merupakan seri prosesor Undervolt yang diturunkan voltasenya agar daya baterai bisa lebih hemat. Namun mengorbankan performa. Sedangkan seri HQ merupakan seri High Performance dan Quad-core yang memiliki performa lebih tinggi, namun cukup boros daya. Selain itu seri Core i5-7300HQ memiliki 4 core utama dengan 4 thread dibandingkan dengan Core i5-7200U yang hanya memiliki 2 core, namun memiliki hyperthreading sehingga memiliki 4 thread.

Di pasaran juga jarang prosesor dengan seri U untuk notebook seri gaming. Dan biasanya juga menggunakan GPU minimal GTX 1050.

3. Laptop gaming punya resolusi layar full HD 1080p dengan panel IPS

Rasanya gaming di resolusi 720p sudah cukup ketinggalan zaman. Maka laptop gaming sekarang memiliki resolusi 1080p dengan IPS panel agar lebih nyaman untuk bermain gaming. Memang ada laptop biasa yang full HD, namun jika GPU dan prosesornya tidak seperti yang disebutkan diatas, maka itu bukanlah laptop gaming.

4. Laptop gaming memiliki keyboard yang "nyala-nyala"

Tren komponen komputer yang "nyala-nyala" atau bahasa kerennya ergebeh, ternyata menular pada laptop khusus untuk bermain game. Biasanya laptopnya memiliki backlight yang bisa kita atur-atur. Entah apa maksudnya produsen PC dan laptop membenamkan fitur "nyala-nyala" ini pada produknya. Apakah dengan fitur tersebut bisa membuat kita jadi lebih jago bermain game? Hmmm... entahlah.

5. Mudah dikustomasi

Ada beberapa laptop gaming murah yang mengorbankan komponen seperti RAM atau harddisk yang lebih kecil agar harganya bisa lebih ditekan. Meskipun begitu, pihak pabrikan menawarkan kemudahan untuk user meng-upgrade komponennya sendiri dengan cara memberikan akses bongkar pasang komponen yang lebih gampang dan tidak membatalkan garansi. Tetapi komponen yang bisa di bongkar pasang hanyalah jenis storage dan RAM. Selebihnya tidak bisa.

Jadi, kalau kamu ingin beli laptop gaming, perhatikan hal-hal tersebut. Bukan berarti laptop dengan harga 5 atau 7 jutaan tidak bisa main game. Bisa, hanya kurang playable dan menjadikan pengalaman gaming jadi tidak nyaman. Apalagi game macam PUBG, GTA 5, Deus Ex, dll membutuhkan spesifikasi yang tinggi agar bisa dimainkan dengan lancar.

Suka dengan artikel ini? Jangan lupa bagikan di media sosial kamu jika dirasa artikel ini bermanfaat.

Harga Komponen Komputer PC Udah Turun Sekarang Loh. Upgrade Sekarang?


Tahun 2017 lalu merupakan tahun yang buruk untuk merakit komputer. Pada tahun itu, harga komponen komputer naik gila-gilaan. Harga RAM, SSD, sampai kartu grafis (VGA) pun naik hingga sekitar 30%. Apalagi kartu grafis bisa naik hingga 70% lebih.

Hal ini bisa terjadi karena berbagai sebab. Yang pertama adalah maraknya penambang mata uang digital, yang mana membutuhkan kartu grafis yang banyak untuk menjalankan sistem untuk mendapatkan mata uang digital. Entah itu bictoin, etherium, ripple, dll.

Kondisi ini menjadikan harga kartu grafis menjadi naik. Permintaan banyak dan stok barang sedikit jadi alasan kenapa harganya naik drastis. Soalnya penambang ini membutuhkan 10 sampai 100 kartu grafis agar lebih cepat menambang. Lebih banyak lebih bagus.

Sedangkan naiknya harga RAM disebabkan oleh permintaan yang sangat tinggi. Seperti yang kita tahu bahwa RAM tidak hanya dipakai untuk part komputer saja, tetapi digunakan pula pada smartphone yang produksinya sangat banyak. Produsen besar modul RAM sendiri dikuasai oleh tiga perusahaan yakni Samsung, Micron, dan SK Hynix.

Alasan itu pula yang menyebabkan harga SSD di tahun lalu sempat naik hingga 800 ribuan untuk kapasitas 120 GB. Karena SSD dibuat dari komponen NAND dan memori komputer dibuat dari DRAM.

Lalu bagaimana sekarang?

Melihat dari kondisi di marketplace online, harga kartu grafis masih sangat tinggi. Pantauan saya, harga NVDIA GTX 1060 3GB masih berada di harga 4,2 jutaan padahal harga normalnya dulu sekitar 3 jutaan. Begitupun Radeon RX 560 2GB berada di angka 2 jutaan.

Sedangkan untuk RAM, ada kemungkinan turun karena walaupun kebanyakan RAM 2x4GB masih mahal, harganya turun sedikit. Corsair Vengeance 2x4GB yang dulu harganya sempat menyentuh 1,7 jutaan, sekarang sudah turun sampai 1,5 jutaan.

Memang masih tinggi dibandingkan dengan harga normal dulu. Namun penurunan ini kemungkinan akan terus berlanjut.

Ini karena produsen RAM murah, V-GEN, mengeluarkan seri high-end memory dengan merk Tsunami. V-Gen Tsunami ini cukup mudah dijumpai di toko online dan dibandrol dengan harga 1,2 juta saja untuk 2x4GB. Sudah ergebeh dan memiliki rating hingga PC2100 2666 MHz.

Lalu SSD. Berbahagialah karena harga SSD dengan kapasitas 120 GB sudah menyentuh harga 500 ribuan saja di marketplace. Dan itu hampir semua merk sudah menyentuh harga tersebut.

Terus bagaimana? Beli sekarang jangan?

Membeli SSD menurut saya lebih pas untuk dibeli tahun ini. Selain sudah murah, SSD ini mampu mempercepat proses baca-tulis di komputer secara signifikan dibandingkan HDD konvensional. Belum pernah coba SSD kan? Makannya coba sekarang mumpung murah.

Sedangkan untuk RAM dan kartu grafis, lebih baik tahan dulu untuk beli karena harganya masih terbilang tinggi. Atau jika kebelet ingin beli, belilah RAM dulu. Sekarang sudah cukup murah dibandingkan akhir tahun lalu yang harganya jadi 2x lipat.

Kartu grafis pun begitu. Memang tren mining ini terlihat menurun, namun harga kartu grafis sendiri masih cukup tinggi dan sepertinya belum turun dalam waktu dekat.

Tetapi pilihan membeli atau tidak, ada di kamu sendiri. Jika memang kepepet beli, silakan beli mumpung beberapa komponen komputer sudah turun harganya. Tetapi jika tidak, tidak apa-apa juga.

Jangan lupa bagikan di sosmed kamu jika dirasa artikel ini bermanfaat.

Karena Hape Pun Bisa Menjadi Makhluk Astral


Kala itu, Dunia Lain merupakan program tv yang disukai oleh banyak orang di Indonesia. Ketika pembawa acaranya masih Harry Panca, acara yang dulu ada di Trans TV ini sangat meledak. Padahal acara ini adalah acara yang seram. Uji nyali di tempat yang seram, penampakan makhluk astral yang tak kasat mata, dan juga kesurupan.

Seram kan? Tapi banyak banget loh yang nonton. Sampai jadi acara favorit saya malah hahaha.

Karena acara Dunia Lain ini sangat populer, stasiun tv yang lain juga ga mau kalah dengan menghadirkan acara berjenis serupa. Walhasil, hal-hal yang berbau gaib menjadi komoditas yang laku untuk dijual.

Tapi itu dahulu. Sekarang sih masih ada acara sejenis seperti Masih Dunia Lain yang tidak lain dan tidak bukan adalah rebranding dari Dunia Lain yang dahulu. Hanya dikemas lebih modern saja.

Begitupun dengan hape. Benda yang satu ini juga bisa jadi makhluk gaib, tetapi sangat dicari dan disukai oleh masyarakat seperti acara Dunia Lain kala itu. Kok bisa?

Semenjak Xiaomi meng-aggresif-kan kembali strategi penjualan flash sale, istilah hape gaib ini makin melekat. Itu karena belum juga waktu yang ditentukan untuk penjualan, eh sudah habis duluan. Dan tahu-tahu sudah muncul di toko hape biasa dengan harga yang lebih mahal.

Saya masih ingat ketika Xiaomi mengawali penjualan Redmi 5a. Harganya itu sangat menggiurkan, yakni Rp999,000. Harga itu merupakan harga flash-sale yang dijual di Lazada.

Bagi saya yang ingin mengganti ponsel pintar ini tentu sangat menginginkan Redmi 5a. Dengan spesifikasi yang kalau vendor lain, mungkin bisa dijual 1,9 juta atau lebih, ada nilai plus dari Redmi 5a yakni, murah tentu saja. Jadi saya bisa lebih menghemat kantong.

Ketika flash sale dimulai, saya sudah siap sedia sebelum jam 11 di depan pc. Lengkap dengan koneksi IndiHome yang tidak ada gangguan sama sekali dan kecepatan 10 Mbps. Harusnya jos kan yah?


Tapi ini enggak. Jam 11 pas saya coba klik itu hape. Eh ternyata belum bisa diklik tombol beli. Tulisannya "Gagal menambah trofi". Saya refresh, masih belum bisa. Teruus saya ganti target ke hape Xiaomi yang lain sampai pada jam 11.01, ada tulisan "barang sudah habis".


Kan kampret.

Saya bingung. Ini sebenarnya niat jualan atau enggak? Orang mau beli malah dibikin susah dan dibikin cepat-cepatan. Anehnya ada juga orang yang dapat itu barang. Kalau dipikir, dari awal kita klik beli, pilih alamat pengiriman, sampai ke checkout ada lah satu menit mah. Tapi masa iya cuma satu menit gitu langsung habis banget? Kan aneh.

Itu ga cuma Redmi 5a loh ya. Redmi 5, Redmi 5 Plus, dan Redmi Note 5 juga termasuk kedalam golongan hape gaib karena metode penjualannya mengharuskan kita cepat-cepatan dan tetap tidak dapat barangnya.

Dan sekarang ada Xiaomi Redmi S2 yang akan dipasarkan. Saya menduga kalau hape ini akan menjadi kandidat hape gaib yang lainnya setelah yang terbaru Asus Zenfone 5 Max Pro.

Emang alasannya kenapa sih? Kok bisa tiba-tiba itu barang hilang dengan sangat cepat?

Tidak ada yang tahu pasti kenapa bisa terjadi seperti ini. Yang tahu hanyalah Xiaomi, Asus, Lazada, dan Tuhan yang tahu.

Tapi saya mencoba berbaik sangka saja. Siapa tau memang hape yang dijual kilat itu memang banyak peminatnya. Dan saya akui memang hape-hape yang dijual Xiaomi itu sangat menggoda dari sisi harga dan spesifikasi. Sebagai pekerja pabrik yang kere, tentu mencari hape dan barang lain yang kere juga. Namun tetap hore.

Yang jadi pertanyaan adalah, berapa stok yang terjual? Berapa unit yang disiapkan dalam satu kali sesi flash-sale? Apakah hanya 10 unit? 100? Atau justru hanya 50 karena sering Xiaomi mengumumkan bahwa “hanya dalam waktu 15 detik sudah habis terjual”. Lha kok bisa?

Saya baca di situs Detik, Xiaomi justru hanya bilang kalau peminat smartphone-nya sangat banyak sehingga cepat habis di flash-sale. Tapi anehnya perwakilan dari Xiaomi tidak mau bilang berapa stok yang disediakan dengan alasan “susah dihitung karena setiap hari ada barang yang keluar”.

Ini kan absurd. Masa sebuah perusahaan tidak tahu jumlah barang yang keluar dari pabriknya? Seharusnya sih ada karena pasti dicatat setiap barang yang keluar itu.

Terus dari Lazada, dia mengklaim kalau stoknya itu banyak. Tetapi gak mau jawab berapa angka stoknya. Ya makin gaib aja.

Okay mungkin ada perjanjian dengan vendor agar tidak menyebutkan berapa stok aktual yang ada di gudang Lazada atau Xiaomi. Tapi konsumen harus tahu kenapa hape-hape macam Redmi 5a, Redmi Note 5 itu sangat sulit didapat ketika flash-sale agar istilah hape gaib tidak tersemat pada Xiaomi ataupun Asus.

Kalau diteruskan, khawatirnya akan jadi bumerang kepada pabrikannya itu sendiri. Konsumen merasa malas untuk membeli smartphone dari Xiaomi atau Asus karena harus rebut-rebutan dan tidak pasti akan dapat atau tidak. Terus kabur ke merk sebelah yang stoknya selalu ada di pasaran.

Ayolah Asus, Xiaomi. Berhentilah menggunakan teknik penjualan flash-sale. Saya yakin kok kalau smartphone mereka itu pasti laris dibeli sama konsumen Indonesia. Spesifikasi tinggi dan harga oke adalah kesukaan pemburu hape. Mereka tidak segan untuk ganti hape baru demi mendapatkan spesifikasi yang lebih gahar dari sebelumnya. Jangan sampai seperti acara Dunia Lain yang harus dihentikan karena menayangkan hal yang berbau astral. Masak hape mau jadi makhluk astral juga yang tiba-tiba bisa menghilang dan tiba-tiba muncul di gerai hape dengan harga yang jauh lebih mahal?

Membeli Laptop Bekas atau Laptop Baru?


Saya punya pengalaman buruk ketika membeli laptop. Setiap laptop yang saya beli, performanya jauh dari kata memuaskan. Selalu laggy dan lambat deh pokoknya mah.

Ini karena saya lebih mengutamakan harga termurah ketimbang performa. Ditambah lagi saat itu saya awam banget soal part-part laptop dan spesifikasinya. Saya gak tau kalo harga sangat mempengaruhi lambat atau tidaknya sebuah laptop.

Semakin kesini saya semakin belajar untuk memahami, setidaknya dasar-dasar dari sebuah notebook akan maksimal kinerjanya jika spesifikasi ini dan itu ada. Dibawah itu akan kurang kinerjanya.

Setelah sedemikian rupa, akhirnya saya bisa menarik kesimpulan bahwa untuk keperluan office, prosesor dengan Intel Core i3 dengan seri berapapun masih cukup kuat menjalankan komputasi ringan tanpa ngelag. Hal ini saya tahu dari laptop bapak saya yang prosesornya Core i3 generasi pertama, masih lancar jaya ketika digunakan.

Sedangkan laptop saya dengan prosesor AMD seri E, lambatnya minta ampun. Padahal RAM sudah 4 GB. Setelah saya cek ternyata prosesor AMD saya hanya memiliki clock sebesar 1 GHz saja. Diajak untuk membuka program saja, penggunaan prosesor sudah menyentuh 90%. Apalagi untuk multitasking? Jelas ga kuat.

Saya tahu bahwa bagus atau tidak kinerja sebuah laptop itu tidak tergantung pada prosesor saja. Masih ada RAM dan jenis storage yang mampu mendongkrak performa sebuah laptop. RAM besar akan mampu membuat laptop gampang diajak multitasking, dan storage jenis SSD akan meningkatkan kecepatan baca-tulis secara signifikan ketika membuka sebuah program.

Untuk itu saya mencoba membeli sebuah laptop dengan prosesor minimal Intel Core i3, RAM 4GB, dan storage harddisk. Kenapa harddisk? Karena laptop dengan storage SSD masih jarang banget. Kalaupun ada, harganya bisa di atas 8 juta.

Dan saya gak punya uang sebesar itu.

Jadilah saya membeli laptop bekas. Saya beli secara online karena agak sulit mencari penjual laptop bekas di kota saya.

Awalnya ingin mencari laptop yang harganya sekitar 4 jutaan. Tapi dipikir-pikir karena kebutuhan saya hanya untuk mengetik dan browsing, jadinya budget dipress hingga dibawah 3 juta.

Akhirnya ketemulah laptop yang ingin saya beli. Laptop tersebut adalah Dell Latitude E6330. Prosesor Intel Core i3 Ivy Bridge seri M, RAM 4GB, dan SSD 128GB. Bagi saya spesifikasi seperti ini sudah cukup sekali. Ditambah build quality dari Dell Latitude E6330 emang kokoh banget. Khas laptop kantor jaman dulu yang lebih memperhatikan durability. Ditambah SSD yang sampai hari ini membuat saya tidak ingin berpindah lagi ke HDD konvensional.

Saya beli dengan harga dibawah 3 juta. Memang ada minusnya. Seperti goresan dan whitespot di layar. Namun itu tidak mengganggu asalkan baterai oke dan internet lancar, kekurangan tersebut masih bisa saya kompromikan.

Harga tersebut sangat terjangkau dibandingkan laptop baru yang murah tapi spesifikasinya hanya sekedar Intel Celeron. Laptop 3 jutaan menurut saya kurang pas jika ingin beli yang baru. Minimal 5 juta agar performanya tidak mengecewakan.

Dengan harga laptop 5 juta, kamu bisa mendapatkan “otak” yang lebih bertenaga. Seperti AMD Ryzen 3 Mobile terbaru atau Intel Core i3 generasi keenam. Keduanya lebih bertenaga ketimbang prosesor laptop saya yakni Intel Core i3 seri ketiga Ivy Bridge dan jauh lebih bertenaga ketimbang Intel Celeron ataupun AMD seri E. Apalagi ditambah SSD, makin kencang saja.

Atau beli laptop bekas. Tapi memang kita perlu memilah-milah mana yang laptop bekas berkualitas dan mana laptop bekas yang jelek.

Kesimpulannya, jika kita hanya punya dana mentok 3 juta dan ingin beli laptop, sebaiknya ditabung lagi hingga dana terkumpul minimal 5 juta karena performanya menjanjikan untuk keperluan office dan browsing. Atau jika tidak ingin menunggu lama, membeli laptop bekas merupakan pilihan yang bijak asalkan kita bisa memilih mana laptop bekas yang masih tahan minimal 2 tahun ke depan.

Semoga bermanfaat dan jika ada pertanyaan silakan tulis di kolom komentar yah!

Aplikasi Android Paling Berguna yang Wajib Kamu Instal


Baru membeli smartphone Android tetapi bingung mau instal aplikasi apa saja? Hal ini agak lumrah bagi sebagian orang yang baru beralih dari ponsel standar yang hanya bisa telepon dan sms saja ke smartphone Android.

Berguna atau tidaknya bagi setiap orang memang relatif. Tetapi aplikasi yang wajib diinstal ke ponsel Android kamu memang sangat dibutuhkan dan akan sangat bermanfaat kedepannya.

Aplikasinya apa saja?

1. Aplikasi sosial media seperti Facebook, Instagram, dan Twitter
Aplikasi sosial media saat ini merupakan salah satu alasan kenapa orang membeli smartphone. Dengan menginstal aplikasi ke dalam smartphone, akan lebih mudah menggunakan dan mengetahui info tentang teman-teman kamu. Tapi ingat, selalu gunakan dengan bijak setiap sosial media yang kamu gunakan.

2. Aplikasi pesan seperti WhatsApp, Line, Telegram
Generasi sekarang terkenal dengan memiliki kuota banyak, tetapi pulsa tidak ada atau sedikit. Ya memang wajar karena telepon dan sms terasa sangat kuno. Dengan aplikasi pesan instan tersebut, kamu tidak perlu mengeluarkan pulsa untuk mengirimkan pesan ke saudara atau teman. Kecuali pulsa internet.

3. Aplikasi berbelanja seperti Tokopedia, Bukalapak, atau Lazada
Zaman sekarang juga sudah tidak terlalu relevan berbelanja secara offline. Belanja online semakin diminati oleh masyarakat ketimbang membeli langsung. Entah itu baju, jilbab, sampai smartphone. Orang sudah tidak takut lagi membeli barang tersebut secara online. Instal aplikasi untuk belanja online dan rasakan kemudahannya.

4. Aplikasi game seperti Mobile Legends, AOV, PUBG
Tidak sedikit orang yang menggandrungi game MOBA saat ini seperti game di atas. Dan sudah masuk juga ke ranah profesional jika kamu memang mahir bermain game seperti Mobile Legends atau AOV. Selain itu, harga GPU yang makin tidak rasional membuat sebagian gamer lebih memilih untuk menginvestasikan dana nya untuk membeli smartphone Android yang gegas bermain game ketimbang membeli PC.

Jika kamu sudah menginstal aplikasi-aplikasi Android tersebut, kamu sudah cukup untuk mendapatkan pengalaman yang optimal untuk menggunakan smartphone Android. Mau gaming ada, pesan instan ada, belanja bisa, sampai berteman online pun ada.

Ada aplikasi Android lain yang menurut kamu wajib diinstal? Silakan berbagi!

Kapan Saat yang Tepat untuk Membeli RAM Komputer?


Harga RAM untuk komputer sekarang sedang mahal sekali! Berdasarkan riset ala-ala yang saya lakukan di Tokopedia, harga RAM yang paling mahal dengan kapasitas 2x4 GB DDR4 sudah mencapai harga sekitar 1,8 juta rupiah dan yang paling murah sekitar 1,4 juta.

Padahal pertengahan tahun lalu, sebelum Idul Fitri, harga RAM ini ada di kisaran harga 1 juta kurang dengan kapasitas yang sama.

Harga RAM yang mahal ini dikarenakan para pabrikan RAM untuk komputer lebih memfokuskan untuk memproduksi memori untuk smartphone ketimbang untuk komputer. Karena pasokannya jadi sedikit tetapi permintaan banyak, tentu harga jadi semakin mahal.

Saya termasuk salah satu yang menyesal kenapa tidak membeli RAM sejak lama. Padahal waktu itu RAM yang saya inginkan untuk 2x4 GB dari Team harganya masih 800 ribu. Kingston Hyper Fury juga masih 950 ribu dahulu. Sekarang hampir dua kali lipatnya!

Alhasil saya tidak jadi beli dan merakit PC nya karena harganya semakin mahal dari hari ke hari.

Dan sekarang muncul prosesor Ryzen 3 2200 G dan Ryzen 5 3200 G yang memiliki GPU Vega terintegrasi! Dan sayangnya memerlukan RAM dual-channel untuk mendapatkan performa yang maksimal yang sayangnya lagi, harganya sedang sangat mahal.

Jadi bagaimana? Kapan beli RAM-nya ketika saya pengen banget rakit komputer buat gaming dengan prosesor Ryzen 3 2200 G?

Ada dua opsi.

Yang pertama, beli sekarang juga!

Iya beli sekarang juga. Kita tidak pernah tahu apakah harga RAM ini akan naik lagi atau tidak. Yang jelas, menurut info yang beredar, keterbatasan RAM komputer ini akan terjadi cukup lama yakni sampai akhir tahun 2018.

Kalau kamu emang ingin sekali merakit PC sekarang, ya belilah sekarang mumpung harganya belum terlalu naik sampai 2 juta untuk 2x4 GB.

Yang kedua, beli tahun depan

Kalau memang tidak terburu-buru untuk merakit PC, lebih baik tunggu hingga harga RAM ini turun. Setidaknya sampai akhir 2018 sampai produsen mampu mencukupi kebutuhannya.

Tapi harganya juga belum bisa dipastikan turun ketika tahun 2019 mulai bergulir karena memang agak sulit untuk memastikan kalau harganya memang benar-benar akan turun.

Jika tidak memilih keduanya, setidaknya kamu bisa memilih untuk membeli laptop gaming. Harganya relatif stabil ketimbang komponen komputer saat ini.

Dengan harga 12 jutaan kamu sudah bisa mendapatkan laptop gaming yang cukup mumpuni. Prosesor Intel Core i7, RAM 8GB, GPU sekelas GTX 1050 dan layar yang sudah Full HD.

Kalau saya pribadi lebih memilih untuk membeli laptop gaming karena lebih praktis dan harganya tidak terlalu jauh berbeda dibandingkan dengan merakit dengan harga komponen yang sekarang. Sepertinya harga RAM pada tahun ini kurang bersahabat dengan kantong.

Kalau kamu pilih yang mana?

Daftar Smartphone dan Tablet Samsung yang Akan Mendapatkan Update Android Oreo. Kamu Dapat Gak?


Kamu pengguna ponsel Samsung saat ini? Ada kabar gembira untuk kalian semua yang menggunakan ponsel dan tablet dari pabrikan asal Korea Selatan ini.

Kabar gembira itu adalah bahwa ponsel dan tablet yang kamu gunakan mungkin saja mendapatkan update ke Android Oreo yang merupakan versi baru dari keluarga Android.

Tidak berlama-lama, inilah daftar smartphone dan tablet dari Samsung yang akan mendapatkan update Android Oreo

Seri Galaxy S

Samsung Galaxy S8 dan S8+
Samsung Galaxy S7 dan S7 Edge
Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge
Samsung Galaxy S6 Edge+

Seri Galaxy Note

Samsung Galaxy Note 8
Samsung Galaxy Note 7 FE
Samsung Galaxy Note 5

Seri Galaxy A

Samsung Galaxy A7 2017
Samsung Galaxy A5 2017
Samsung Galaxy A3 2017
Samsung Galaxy A9 Pro 2016
Samsung Galaxy A8 2016

Seri Galaxy Tab

Samsung Galaxy Tab S3
Samsung Galaxy Tab S2
Samsung Galaxy Tab A 2017
Samsung Galaxy Tab A 2016

Seri Galaxy J

Samsung Galaxy J7 2016
Samsung Galaxy J7 Pro
Samsung Galaxy J5 Pro
Samsung Galaxy J7+
Samsung Galaxy J7 Max
Samsung Galaxy J7 Prime
Samsung Galaxy J7 Core

Seri Galaxy C

Samsung Galaxy C9 Pro
Samsung Galaxy C7 Pro
Samsung Galaxy C5 Pro
Samsung Galaxy C7

Walaupun list nya sudah ada, tidak ada kepastian tanggal kapan update ini akan bergulir mengingat pembaruan dari pabrikan terkadang cukup lama dan tidak merata.

Dan ternyata tidak hanya smartphone kelas atas saja yang mendapatkan pembaruan. Kelas menengah juga masih mendapatkan pembaruan ke Android Oreo, walaupun memang bagi saya smartphone Samsung kelas menengah juga harganya cukup mahal hehe.

Tetapi kalau memang ponsel dan tablet Samsung kamu sudah mendapatkan update ke Android Oreo, bisa di-share ke kita yah!

Sumber: Weibo