Karena Hape Pun Bisa Menjadi Makhluk Astral


Kala itu, Dunia Lain merupakan program tv yang disukai oleh banyak orang di Indonesia. Ketika pembawa acaranya masih Harry Panca, acara yang dulu ada di Trans TV ini sangat meledak. Padahal acara ini adalah acara yang seram. Uji nyali di tempat yang seram, penampakan makhluk astral yang tak kasat mata, dan juga kesurupan.

Seram kan? Tapi banyak banget loh yang nonton. Sampai jadi acara favorit saya malah hahaha.

Karena acara Dunia Lain ini sangat populer, stasiun tv yang lain juga ga mau kalah dengan menghadirkan acara berjenis serupa. Walhasil, hal-hal yang berbau gaib menjadi komoditas yang laku untuk dijual.

Tapi itu dahulu. Sekarang sih masih ada acara sejenis seperti Masih Dunia Lain yang tidak lain dan tidak bukan adalah rebranding dari Dunia Lain yang dahulu. Hanya dikemas lebih modern saja.

Begitupun dengan hape. Benda yang satu ini juga bisa jadi makhluk gaib, tetapi sangat dicari dan disukai oleh masyarakat seperti acara Dunia Lain kala itu. Kok bisa?

Semenjak Xiaomi meng-aggresif-kan kembali strategi penjualan flash sale, istilah hape gaib ini makin melekat. Itu karena belum juga waktu yang ditentukan untuk penjualan, eh sudah habis duluan. Dan tahu-tahu sudah muncul di toko hape biasa dengan harga yang lebih mahal.

Saya masih ingat ketika Xiaomi mengawali penjualan Redmi 5a. Harganya itu sangat menggiurkan, yakni Rp999,000. Harga itu merupakan harga flash-sale yang dijual di Lazada.

Bagi saya yang ingin mengganti ponsel pintar ini tentu sangat menginginkan Redmi 5a. Dengan spesifikasi yang kalau vendor lain, mungkin bisa dijual 1,9 juta atau lebih, ada nilai plus dari Redmi 5a yakni, murah tentu saja. Jadi saya bisa lebih menghemat kantong.

Ketika flash sale dimulai, saya sudah siap sedia sebelum jam 11 di depan pc. Lengkap dengan koneksi IndiHome yang tidak ada gangguan sama sekali dan kecepatan 10 Mbps. Harusnya jos kan yah?


Tapi ini enggak. Jam 11 pas saya coba klik itu hape. Eh ternyata belum bisa diklik tombol beli. Tulisannya "Gagal menambah trofi". Saya refresh, masih belum bisa. Teruus saya ganti target ke hape Xiaomi yang lain sampai pada jam 11.01, ada tulisan "barang sudah habis".


Kan kampret.

Saya bingung. Ini sebenarnya niat jualan atau enggak? Orang mau beli malah dibikin susah dan dibikin cepat-cepatan. Anehnya ada juga orang yang dapat itu barang. Kalau dipikir, dari awal kita klik beli, pilih alamat pengiriman, sampai ke checkout ada lah satu menit mah. Tapi masa iya cuma satu menit gitu langsung habis banget? Kan aneh.

Itu ga cuma Redmi 5a loh ya. Redmi 5, Redmi 5 Plus, dan Redmi Note 5 juga termasuk kedalam golongan hape gaib karena metode penjualannya mengharuskan kita cepat-cepatan dan tetap tidak dapat barangnya.

Dan sekarang ada Xiaomi Redmi S2 yang akan dipasarkan. Saya menduga kalau hape ini akan menjadi kandidat hape gaib yang lainnya setelah yang terbaru Asus Zenfone 5 Max Pro.

Emang alasannya kenapa sih? Kok bisa tiba-tiba itu barang hilang dengan sangat cepat?

Tidak ada yang tahu pasti kenapa bisa terjadi seperti ini. Yang tahu hanyalah Xiaomi, Asus, Lazada, dan Tuhan yang tahu.

Tapi saya mencoba berbaik sangka saja. Siapa tau memang hape yang dijual kilat itu memang banyak peminatnya. Dan saya akui memang hape-hape yang dijual Xiaomi itu sangat menggoda dari sisi harga dan spesifikasi. Sebagai pekerja pabrik yang kere, tentu mencari hape dan barang lain yang kere juga. Namun tetap hore.

Yang jadi pertanyaan adalah, berapa stok yang terjual? Berapa unit yang disiapkan dalam satu kali sesi flash-sale? Apakah hanya 10 unit? 100? Atau justru hanya 50 karena sering Xiaomi mengumumkan bahwa “hanya dalam waktu 15 detik sudah habis terjual”. Lha kok bisa?

Saya baca di situs Detik, Xiaomi justru hanya bilang kalau peminat smartphone-nya sangat banyak sehingga cepat habis di flash-sale. Tapi anehnya perwakilan dari Xiaomi tidak mau bilang berapa stok yang disediakan dengan alasan “susah dihitung karena setiap hari ada barang yang keluar”.

Ini kan absurd. Masa sebuah perusahaan tidak tahu jumlah barang yang keluar dari pabriknya? Seharusnya sih ada karena pasti dicatat setiap barang yang keluar itu.

Terus dari Lazada, dia mengklaim kalau stoknya itu banyak. Tetapi gak mau jawab berapa angka stoknya. Ya makin gaib aja.

Okay mungkin ada perjanjian dengan vendor agar tidak menyebutkan berapa stok aktual yang ada di gudang Lazada atau Xiaomi. Tapi konsumen harus tahu kenapa hape-hape macam Redmi 5a, Redmi Note 5 itu sangat sulit didapat ketika flash-sale agar istilah hape gaib tidak tersemat pada Xiaomi ataupun Asus.

Kalau diteruskan, khawatirnya akan jadi bumerang kepada pabrikannya itu sendiri. Konsumen merasa malas untuk membeli smartphone dari Xiaomi atau Asus karena harus rebut-rebutan dan tidak pasti akan dapat atau tidak. Terus kabur ke merk sebelah yang stoknya selalu ada di pasaran.

Ayolah Asus, Xiaomi. Berhentilah menggunakan teknik penjualan flash-sale. Saya yakin kok kalau smartphone mereka itu pasti laris dibeli sama konsumen Indonesia. Spesifikasi tinggi dan harga oke adalah kesukaan pemburu hape. Mereka tidak segan untuk ganti hape baru demi mendapatkan spesifikasi yang lebih gahar dari sebelumnya. Jangan sampai seperti acara Dunia Lain yang harus dihentikan karena menayangkan hal yang berbau astral. Masak hape mau jadi makhluk astral juga yang tiba-tiba bisa menghilang dan tiba-tiba muncul di gerai hape dengan harga yang jauh lebih mahal?

My Instagram