Dua Ancaman Cyber yang Perlu Diwaspadai di Tahun 2017


Tahun 2017 sudah datang. Tentu kalian pasti memiliki resolusi atau rencana baru yang akan dilakukan di tahun 2017 ini. Bermacam strategi disiapkan untuk menyongsong tahun baru yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Tahun 2017 sepertinya kita harus lebih waspada dalam hal menggunakan internet. Kita tahu bahwa internet selalu berkembang setiap harinya. Kecepatan internet di negara kita pun meningkat cukup tajam dibandingkan beberapa tahun yang lalu.

Tapi seperti halnya pisau, internet memiliki dua sisi. Satu sisi dapat bermanfaat untuk kemudahan dalam kehidupan kita, disisi lain internet juga dapat menjelma menjadi hal yang dapat merugikan kita.

Untuk itu kita harus waspada akan dua hal ini di tahun yang baru ini.

Yang pertama adalah hoax.

Hoax atau berita bohong kemunculannya sangat cepat dan sangat viral di internet. Oknum yang menuliskan berita bohong ini tentu memiliki tujuan tertentu seperti ingin menjatuhkan pihak tertentu, atau mendapatkan keuntungan finansial.

Pemilu di Amerika menjadi contohnya. Banyak sekali berita hoax yang bertebaran di internet tentang kedua calon presiden Amerika tersebut. Dan imbasnya adalah kemenangan Donald Trump yang cukup kontroversial.

Yang dirugikan adalah pihak yang diberitakan tidak benar. Gara-gara satu berita hoax, citra seseorang bisa jatuh.

Yang melihatnya pun sebenarnya rugi. Emosi kita terbuang sia-sia hanya untuk debat. Atau membuat seseorang terpancing emosinya sehingga bawaannya ingin marah terus.

Biasanya berita hoax, judulnya cukup fantastis, berlebihan, dan mengundang emosi. Orang yang gak berfikir panjang dan tersulut emosinya pasti akan langsung membacanya.

Kalau sesuai dengan keyakinan dia atau memenangkan pihak yang dia dukung, akan langsung dibagikan. Sedangkan bila tidak, dia akan langsung memakinya.

Sedangkan yang menulis berita hoax tentu akan mendapatkan keuntungan. Kunjungan ke situs tentu akan meningkat tajam dan trafik akan sangat bermanfaat untuk mendapatkan iklan.

Kalau kata blog StrategiManajemen, itu adalah kegoblokan yang kolektif.

Ya dengan iklan, mereka mendapatkan keuntungan yang banyak hanya dengan menuliskan berita hoax.

Sekilas memang menyenangkan. Tetapi cari uang ya gak gini-gini amat lah ya.

Itu baru di tahun 2016. Di tahun 2017 pasti lebih banyak lagi berita bohong semacam ini.

Lalu bagaimana cara menghindarinya?

Selalu kroscek sumber berita tersebut apakah memang reputasinya bagus atau tidak. Jangan langsung percaya pada sebuah berita yang kalau dibaca akan memancing kehebohan.

Juga jangan asal share berita yang belum jelas kebenarannya. Itu artinya kamu sama "pintar" dengan yang menuliskan.

Atau remove, blok, buang akun-akun yang menyebar hoax tersebut sehingga media sosial kamu lebih bersih dari berita-berita yang kurang baik di timeline.

Hal ini juga tidak akan memancing emosi kamu. Lebih aman, lebih tenteram.

Dan yang kedua adalah ransomware.

Buat yang belum tahu, ransomware adalah sejenis malware yang merugikan. Sangat merugikan.

Ini karena cara kerja ransomware berbeda dari virus biasa. Ransomware mampu mengunci komputer kita sehingga kita tidak bisa melakukan apapun untuk membuka kuncinya selain membayar tebusan pada pembuat ransomware tersebut.

Lebih jelas tentang ransomware bisa dibaca disini (Kliknklik.com) dan disini (Hadsec.com)

Tetapi dalam banyak kasus, setelah korban membayar tebusan pada pembuat malware tersebut, komputer akan tetap terkunci karena pembuatnya tidak memberikan kunci untuk membuka komputer kita yang tersandra.

Jadi boleh dibilang kita pasrah saja lah ketika komputer/laptop kita terkena ransomware sampai para pembuat antivirus atau geek memiliki cara untuk membuka kunciannya.

Ransomware di Indonesia memang belum terlalu banyak. Tapi saya yakin ancaman ransomware akan semakin meningkat di tahun 2017 karena memiliki keuntungan yang lebih nyata bagi pembuatnya ketimbang hanya membuat virus saja.

Cara mengatasinya gimana?

Tidak seperti hoax yang bisa 100 persen dihindari. Malware seperti ransomware tidak bisa 100 persen dihindari, tetapi kita bisa mengurangi dampak apabila paitnya kita terkena ransomware.

Salah satunya adalah mem-backup data penting ke cloud atau ke harddisk external agar ketika komputer satu terkena ransomware, kita bisa berpindah ke komputer lain sambil menunggu penanganan pada komputer yang sakit itu.

Selalu waspada juga ketika berkunjung ke situs yang agak mencurigakan. Jangan asal klik, jangan asal download.

Cara terakhir adalah menggunakan Linux. Saya pernah membahasnya di blog ini dan semoga cukup jelas yah.

Itulah dua hal yang perlu kita waspadai di dunia cyber aka internet. Harapannya setelah membaca ini kamu jadi lebih aware sama keamanan pada komputer atau kebiasaan berinternet kamu. Semoga bermanfaat.
Diberdayakan oleh Blogger.