Operator Selular yang Bertransformasi


Perang tarif sms dan telepon itu masa lalu. Masa sekarang adalah masa dimana operator berlomba menjadi yang terbaik tidak hanya di jaringan telekomunikasi, tetapi di dunia digital.

Kalau operator dulu hanya jualan pulsa, sekarang bertransformasi menjadi perusahaan digital.

Telkomsel dengan T-Cash. Sebuah platform yang berpotensi menggantikan uang tunai di masa depan. T-Cash adalah alat untuk pembayaran tanpa uang tunai. Kita hanya tinggal tap stiker dan barang pun berhasil dibeli.

Memang T-Cash belum memcakup seluruh aspek perbelanjaan. Tapi alat pembayaran digital ini sangat mungkin menggantikan uang konvensional di masa yang akan datang karena melihat tren generasi sekarang lebih suka belanja tanpa uang tunai.

Tidak ribet dan praktis.

Lalu ada juga XL dengan Elevenia. Sebuah platform belanja online yang cukup sukses diterima masyarakat, ditengah banyaknya pemain besar di ranah e-commerce seperti Lazada, Tokopedia, ataupun Bukalapak.

Dibandingkan dengan T-Cash, Elevenia harus berjuang ekstra keras menjaga eksistensinya. Mengingat di industri e-commerce ini cukup memakan banyak korban seperti Rakuten yang harus angkat kaki dari Indonesia karena tidak mampu bersaing dengan pemain lainnya.

Coba kita lihat. Operator sekarang lebih memperluas bisnisnya. Tidak hanya mandek sebagai penyelenggara jaringan telekomunikasi saja.

Hal ini tidak lepas dari kemajuan zaman, potensi yang dimiliki, dan ancaman dari pelaku OTT (over the top) yang memanfaatkan frekuensi operator untuk meraih keuntungan yang justru lebih besar dari operator itu sendiri.

Para pelaku OTT seperti Facebook, Google, ataupun Snap itu profitnya luar biasa besar. Kalau operator hanya jualan jaringan, profitnya tidak akan sebesar OTT.

Apalagi operator Indonesia semakin ganas dalam bersaing setelah kasus Indosat vs Telkomsel beberapa waktu lalu. Sampai bahas kedaulatan juga, berat.

Transformasi yang lebih masif terjadi di Amerika sana. Setelah Verizon mengakuisisi Yahoo senilai 4.8 miliar dolar AS.

Terdengar besar? Sebetulnya tidak. Yahoo tahun 2000-an memiliki nilai kapitalisasi hingga 118 dollar per lembar saham. Sekarang hanya tinggal 42 dolar per lembar saham saja.


Dibandingkan dengan Alphabet, saham Yahoo sangatlah kecil. Alphabet sendiri memiliki harga 799 dolar per lembar saham. Sangat jauh.


Sebelum itu Verizon juga mengakuisisi AOL, sebuah perusahaan yang memiliki blog teknologi TechCrunch dan Engadget. Untuk kamu yang suka informasi tentang teknologi pasti tahu itu situs apa.

Dan yang paling baru adalah AT&T yang mengakuisisi Time Warner, sebuah perusahaan konglomerasi media yang memiliki CNN, HBO, dan Warner Bros dibeli oleh operator asal Amerika itu dengan mahar 73 miliar dolar!

Jumlah yang sangat besar sekali. 25 tahun kerja di pabrik juga gak sampe deh punya uang segitu haha.

Satir memang.

Ya, operator sekarang mulai sadar bahwa mereka bisa mendapatkan keuntungan yang sangat banyak dengan memanfaatkan ledakan teknologi ini. Media, cashless, dan e-commerce adalah sedikit contoh bagaimana profit bisa didapat dari ketiga medium tersebut.

Operator saat ini memang perlu bertranformasi. Memiliki unit bisnis di bidang lain agar keuntungan tetap dapat diraih. Kalau hanya stuck di satu bisnis mungkin cepat atau lambat akan jatuh juga. Tidak punya cadangan bisnis yang mampu menopang bisnis inti.
Diberdayakan oleh Blogger.