Apakah Masa Keemasan Ojek Online Mulai Surut?


Ojek online di Indonesia saat ini persaingannya sudah sangat ketat. Dari sekian banyak ojek online yang pernah eksis, sekarang hanya tinggal menyisakan tiga pesaing saja. GO-JEK, Grab, dan Uber.

GO-JEK boleh dibilang adalah pionir dari transportasi berbasis online ini. Kejeniusan seorang Nadiem Makarim mampu membuat profesi ojek yang dulunya hanya dianggap sebelah mata, kini sudah naik kelas dan bergengsi di mata mertua ihiw.

Ada gula ada semut. Peribahasa itu mungkin cocok untuk menggambarkan situasi ojek online saat itu. Melihat kesuksesan GO-JEK, banyak yang mencoba untuk menirunya.

Dan akhirnya seleksi alam pun dimulai. Persaingan demi persaingan akhirnya dimenangkan oleh ketiga layanan transportasi online yang saya sebutkan tadi. Berkat sokongan dana besar tentunya.

Tapi dari sisi drivernya, kita pernah mendengar bahwa dulu ada driver GO-JEK yang mampu meraih penghasilan hingga 1 juta per harinya hanya dari ngojek?

Berita itu tentu menggiurkan sekali dan sangat mampu mempengaruhi orang-orang untuk berbondong-bondong mendaftar menjadi tukang ojek online.

Orang dari profesi kantoran pun rela resign dari pekerjaannya karena tergiur dengan pendapatan tersebut hanya dari ngojek.

Bukan hanya orang kantoran saja. Banyak juga mahasiswa yang menjadi driver GO-JEK. Mungkin untuk menambah pemasukan untuk membayar kost atau memperbanyak stok Indomie hehe.

Tapi salut deh. Mereka rela mengorbankan pekerjaannya dan waktu luangnya untuk bekerja. Sesuatu yang saya tidak bisa lakukan sewaktu kuliah dulu.

Namun sekarang pendapatan besar yang dulu didapat seakan sirna pasca perekrutan besar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan. Dengan banyaknya driver, tentu persaingan akan semakin ketat.

Gak memungkiri juga kalau akan terjadi saling sikut diantara pengemudi driver ojek online untuk mendapatkan orderan karena saking banyaknya driver yang ada di suatu daerah.

Apakah ini blunder?


Tentu tidak. Perusahaan butuh banyak driver untuk memenuhi ekspektasi pelanggan yang membutuhkan transportasi dengan cepat, aman, dan murah. Kalau drivernya sedikit dan permintaan pelanggan banyak, tentu perusahaan akan kewalahan menerima pesanan.

Server down, tidak ada pengemudi, atau aplikasi yang error mampu membuat konsumen pindah ke transportasi online lain dengan mudah.

Itulah yang tidak diinginkan oleh setiap perusahaan transportasi online. Mereka ingin terus eksis dan mendapatkan keuntungan dari potensi pasar Indonesia yang sangat menggairahkan ini.

Karena itulah pendapatan driver ojek online tidak sebanyak dulu. Banyaknya persaingan membuat mereka harus berfikir keras bagaimana mendapatkan pundi-pundi rupiah dengan banyak.

Seleksi alam akan kembali berlaku. Kita tengok beberapa waktu lalu GO-JEK sempat didemo oleh drivernya karena kebijakan baru yang diterapkan. Kebijakan baru ini dinilai sangat merugikan driver.

Wajar kalau perusahaan menginginkan profit karena masa lalu sudah membakar banyak sekali uang untuk promo sana-sini. Banting harga sampai gak masuk akal membuat perusahaan mulai kehabisan uang. Mereka butuh profit juga.

Valuasi besar tentu menjadi kebanggaan tersendiri. GO-JEK sendiri sekarang bernilai sekitar Rp17 triliun. Grab Rp39,5 triliun, dan Uber secara global bernilai Rp920 triliun!

Kalau duit segitu kita beliin tahu bulat, mungkin tidak akan habis tujuh turunan hehe.

Tapi itu tidak ada artinya kalau cashflow mereka minus terus.

Lama-kelamaan mereka akan bangkrut kalau tidak melakukan sesuatu yang bisa memperbaiki laporan keuangan dan akhirnya nama mereka hanya jadi sejarah saja.

Masa keemasan ojek online menurut saya tidak pernah surut. Saya sendiri sangat terbantu dengan adanya transportasi online ini. Terutama untuk pengantaran makanan yang membuat saya tidak perlu keluar rumah untuk membeli suatu makanan. Praktis.

Semoga saja mereka tidak kembali perang tarif. Tetapi perang inovasi dan layanan. Jangan seperti operator beberapa tahun lalu yang perang tarifnya kelewatan sampai mengalami kerugian. Untung tidak bangkrut.

Menurut kamu bagaimana?

Pic by Flickr
Diberdayakan oleh Blogger.