Polemik Harga Bahan Bakar Minyak di Indonesia dan Sering Meruginya Pertamina

tambang minyak bumi

Ekonomi yang lesu di awal tahun 2016 ini membuat perusahaan, khususnya yang ada di Indonesia siap-siap mengencangkan ikat pinggang. Soalnya beberapa perusahaan ini mengalami penurunan profit yang cukup signifikan.

Salah satunya adalah sektor migas yang mendapatkan dampak yang sangat besar. Hal ini disebabkan harga minyak dunia yang berada di titik terendah selama 12 tahun terakhir ini.

Berdasarkan berita dari Kontan hari ini, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di harga USD 29,67 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sedangkan untuk minyak jenis Brent, harga jualnya saat ini adalah USD 32,72 per barel.

Padahal dahulu harga minyak melambung sangat tinggi hingga mencapai lebih dari USD 100 per barel, yang membuat harga Premium pernah naik sampai IDR 8500 per liternya.

Tapi walaupun harga minyak dunia sekarang sudah turun sampai titik terendah, Premium masih berada di harga IDR 7150 per liternya. Masih cukup tinggi dibandingkan harga sebelum naik yaitu IDR 6500 per liter.

Cuma yang membuat saya bingung adalah, kenapa Pertamina mengaku masih rugi akan turunnya harga BBM ini? Padahal sewaktu harga BBM naik, Pertamina juga terpaksa menaikkan harga minyak karena untuk mengurangi kerugian akibat kenaikan harga minyak.

Harga BBM disini seperti perempuan dikala PMS. Senggol sedikit, langsung dibacok. Sangat sensitif.

He he he.

BBM naik sedikit, supir angkot sudah berani menaikkan harga. Begitupun komoditas lainnya.

Dan juga kalau tidak salah pemerintah sempat menyebutkan bahwa harga BBM akan bergantung pada minyak dunia. Per bulai Mei, harga minyak dunia kala itu adalah USD 60,93 per barel untuk jenis WTI dan Brent USD 67,77 per barel (Kompas).

Per 15 Mei, harga BBM pun naik menjadi IDR 7400 per liter untuk Premium dan IDR 9600 per liter untuk Pertamax.

Dan pada saat itu, Pertamina mengaku masih merugi sebesar 12 T! Sebuah kerugian yang besar nilainya.

Jangan lupa BBM juga pernah naik di bulan Maret 2015. Rinciannya adalah harga minyak dunia saat itu USD 70 per barel. Harga Premium dari IDR 6700 per liter menjadi IDR 6900 per liter dan Pertamax IDR 8250 per liter.

Sekarang, harga BBM Premium berapa? Sekitar IDR 7050 di SPBU sekitar Karawang dan IDR 8300 per liter untuk Pertamax. Harga minyak dunia saat ini berada di kisaran USD 30 per barel.

Ada selisih yang cukup besar pada minyak dunia. Cukup besar, yakni setengahnya.

Tapi harga BBM justru tidak turun terlalu jauh. Cuma turun 400 saja.

Kenapa Pertamina tidak menurunkan harganya? Alasannya tetap sama. Masih rugi.

Kenapa Pertamina masih merugi? Padahal harga jualnya tidak terlalu berbeda jauh dan minyak dunia berbeda sangat jauh.

Entahlah, saya tidak mau berspekulasi. Hanya mencoba untuk menjabarkan harga minyak dunia dan harga BBM di Indonesia yang perbedaannya cukup jauh.

Kalau ada yang bisa menjelaskan secara bisnis, saya sangat berterima kasih, sehingga saya tidak berasumsi buruk pada perusahaan migas pelat merah ini.

Gambar diambil dari Pixabay
Diberdayakan oleh Blogger.