Peran Jomblo Dalam Menstabilkan Harga Rumah

Peran Jomblo Dalam Menstabilkan Harga Rumah

Harga rumah saat ini tidak pernah ada yang stabil. Jika bulan ini harganya berkisar IDR 200 juta, beberapa bulan kemudian bisa naik menjadi IDR 220 juta. Ditinggalin 1 tahun, bisa jadi 300 juta.

Itulah liarnya harga rumah di Indonesia. Jadi untuk yang sudah punya rumah, syukurilah. Masih banyak di luar sana yang belum bisa membeli rumah dan masih tinggal di Pondok Mertua Indah atau Bumi Kontrakan Abadi.

Lalu populasi jomblo di Indonesia ini menurut saya lumayan banyak. Terbukti dari banyaknya populasi jomblo di situs meme ataupun situs lainnya yang sayangnya hanya menjadi objek penderitaan akibat banyaknya meme yang menyindir para jomblo.

Tapi seharusnya jomblo itu dihargai dan harus dilestarikan. Kenapa?

Membaca artikel Pak Yodhia di yang berjudul Kenapa 25 juta keluarga muda Indonesia tidak sanggup beli rumah, ternyata hal ini disebabkan oleh banyaknya orang yang menikah.

Loh kok bisa?

Sebagai pengantin baru, tentu saja pasangan yang berbahagia ini membutuhkan rumah untuk membangun keluarga kecil mereka. Setiap minggu ada saja yang menikah.

Buktinya kalau kamu jalan-jalan ke luar kota, pasti selalu menemukan 2 atau 3 janur kuning yang melengkung. Tanda bahwa ada yang menikah.

Setelah menikah, tentu mereka butuh rumah sendiri.

Sedangkan unit rumah sendiri jumlahnya terbatas. Jumlah rumah dalam satu tahun berkisar 100.000 unit, sedangkan pasangan yang menikah ada 800.000 keluarga baru.

Bayangin, rumah hanya ada 100.000 unit sedangkan yang butuh rumah ada 800.000 pasangan.

Kita ingat hukum ekonomi. Dimana semakin banyak permintaan terhadap suatu barang, maka harga barang tersebut akan meroket.

Jadi semakin banyak yang menikah, maka harga rumah akan selalu naik.

Disinilah peran jomblo bermain. Dengan banyaknya kuantitas jomblo, maka secara langsung akan menekan laju pernikahan. Dan itu artinya harga rumah pasti akan naik, namun tidak terlalu besar seperti sekarang ini.

Maka dari itu jangan salahkan pemerintah atau developer karena harga properti makin mahal. Salahkan yang menikah.

Atau kalau tidak mau disalahkan, buatlah penghasilan kamu lebih besar dari sekarang. Karena harga rumah saat ini paling murah berkisar IDR 200 juta di daerah Karawang untuk tipe 36/60 yang lumayan dekat keramaian.

Di Galuh Mas sendiri harganya sudah IDR 500 juta kalau tidak salah untuk tipe 36/72.

Jadi untuk yang sudah menikah, silahkan tingkatkan penghasilan untuk dapat membeli satu unit rumah.

Dan untuk para jomblo, tetaplah menjadi jomblo karena kalian sangat berpengaruh dalam menekan kenaikan harga rumah.

He he bercanda.
Diberdayakan oleh Blogger.