Menanti Kiprah Motorola di Indonesia

Motorola

Sudah tahu tentang brand Motorola? Waktu zaman sekolah dulu ponsel yang satu ini terkenal dengan produknya yang slim, sering muncul di iklan MTV, dan juga variannya yakni RAZR dan ROKR.

Seri RAZR lebih menonjolkan sisi slim, sedangkan ROKR lebih ke musik. Bersaing ketat dengan Sony Ericsson kala itu.

Tapi semuanya berubah ketika Android menyerang.

Motorola seakan tenggelam dan tidak mampu bersaing dengan pabrikan lainnya seperti Sony dan Samsung. Padahal Motorola dahulu lebih dikenal ketimbang Samsung sebagai produsen ponsel ternama.

Padahal Motorola juga sudah meluncurkan smartphone Android miliknya dengan merilis Motorola Fire XT dan Motorola Defy.

Sayangnya keduanya kurang populer di pasaran.

Setelah itu mereka tidak merilis produk lagi.

Nama Motorola kembali muncul setelah ada rumor bahwa Google ingin membeli Motorola. Dan akhirnya rumor tersebut terbukti benar. Mahar sebesar 12.5 miliar dollar menjadi tanda bahwa Motorola akan masuk ke ekosistem Google.

Ada banyak perubahan ketika Motorola sudah dibeli Google. Salah satunya adalah logo yang terlihat lebih fresh dan energik.

Mereka juga merilis beberapa smartphone baru yakni Motorola Moto X, Moto G, dan Moto E. Hanya Motorola Moto G dan Moto E saja yang masuk ke pasar Indonesia dan mendapat sambutan yang cukup hangat.

Kedatangan keduanya juga menandai awalnya pembelian sistem pre-order yang sekarang populer diterapkan di beberapa toko online besar Indonesia.

Tapi kabar yang mengejutkan kembali datang. Beberapa bulan kemudian perusahaan asal China, Lenovo, resmi membeli Motorola dari Google dengan harga yang lebih murah yakni hanya 3 miliar dollar saja.

Hal ini jelas menjadi tanda tanya besar. Kenapa Google melepas Motorola ke Lenovo? Bahkan hanya dengan seperempat dari harga beli Motorola pada awalnya.

Mungkin alasan Google untuk menjual Motorola adalah karena tidak ingin hubungannya dengan Samsung menjadi buruk. Seperti diketahui bahwa Samsung adalah pemain besar di pasar smartphone Android. Kalau hubungan antara keduanya kurang baik, bukan tidak mungkin Samsung akan beralih menggunakan Tizen OS.

Selain itu, bagaimana nasib Motorola di Indonesia sendiri? Sedangkan Lenovo sendiri sangat gencar mempromosikan smartphone miliknya di Indonesia. Jika Motorola masuk ke pasar Indonesia, tentu hal ini akan membunuh smartphone murah milik Lenovo karena Motorola juga terkenal akan smartphone murah.

Motorola Moto G dihargai 1.8 juta dan Moto E dihargai 1.3 juta rupiah. Harga tersebut merupakan pasar yang disasar Lenovo. Tidak mungkin untuk membunuh brand Motorola karena nama besarnya masih diperhitungkan di dunia. Tidak mungkin juga dilebur jadi satu karena memakan biaya lagi yang tidak murah.

Keduanya dirilis tahun 2013. Sedangkan hingga sekarang belum ada tanda-tanda Lenovo akan memboyong Motorola seri murah ke Indonesia.

Padahal Motorola Moto X dan yang lainnya sudah ada generasi kedua di beberapa Negara dan desainnya cukup baik. Terlebih Moto X yang menggunakan casing belakang dari kayu.

Saya berharap kalau smartphone Motorola yang harganya terjangkau bisa diboyong ke Indonesia. Apalagi di kisaran harga 1 – 1.5 juta, yang merupakan pasar yang sangat panas karena banyak pabrikan menjual smartphone nya di rentang harga tersebut dan spesifikasinya cukup tinggi.

Kapan Motorola diboyong ke Indonesia, Lenovo?

Ilustrasi
Diberdayakan oleh Blogger.