Tetaplah Tersenyum


Tetaplah tersenyum ibu.

Rasanya aku sangat menyesal karena dulu sering membuat ibu marah. Membuat ibu sering mengeluh karena tingkahku. Maafkanlah aku ibu. Sekarang, aku berjanji untuk membuat ibu selalu tersenyum karena prestasiku, karyaku, dan tingkah lakuku. Aku berjanji untuk menjaga senyumu ibu. Tampar aku jika aku membuat ibu menangis.

Tetaplah tersenyum ayah.

Rasanya aneh jika melihat ayah selalu pulang dengan wajah muram. Aku tahu usiamu sekarang tidak semuda dulu lagi. Aku sadar ayah tidak sekuat dulu lagi sewaktu aku masih sekolah. Tapi ayah, tetaplah sehat seperti dulu. Aku ingin bercerita banyak hal tentang pekerjaan. Bagaimana caranya agar aku bisa selamat dan sabar dari semua tuntutan hidup ini. Ayah, engkau panutanku untuk menyongsong hidup ini. Tetaplah tersenyum ayah.

Tetaplah tersenyum adik-adikku.

Kalian berdua harus tumbuh jadi gadis yang baik, pintar, dan berprestasi. Maafkan kakakmu ini masih banyak kekurangan. Maafkan juga masa lalu kakakmu ini yang selalu memarahi kalian. Sanubari ini sebenarnya sangat sayang dengan kalian. Hanya caranya yang salah. Maafkan kakakmu ini yang tidak pandai mengekspresikan sayang pada kalian.

Dan kakak sudah tidak di rumah lagi. Kakak mohon, jaga senyum ayah dan ibu. Jangan kalian hilangkan senyum ayah dan ibu. Patuhilah perintahnya, jangan membangkang.
Tetaplah tersenyum ibu, ibu, ibu, ayah..
Diberdayakan oleh Blogger.