Everybody's Change

Everybody Change

Judul diatas terinspirasi dari teman saya yang membawakan lagu tersebut pada saat pengumuman penghargaan di pabrik saya. Di sesi hiburan itu teman saya dan band nya menyanyikan lagi Keane tersebut dengan lumayan baik karena kurang sinkron antara gitar, piano, dan vokal.

Tapi tak apa. Namanya juga hobi.

Semua orang berubah, atau saya yang berubah? Itu yang saya pikirkan ketika mendengar lagu itu. Soalnya saya sendiri merasa bahwa orang lain yang menjadi teman saya semuanya berubah. Hanya beberapa saja yang tetap sama.

Berubah menjadi pribadi yang mementingkan diri sendiri saja. Apa mungkin karena faktor pekerjaan, semakin matangnya pikiran di usia sekarang, menjadikan saya dan mereka memiliki pola pikir yang berbeda?

Soalnya saya merasa bahwa di usia sekarang saya sudah mulai memikirkan untuk karir, memikirkan untuk menikah dalam jangka waktu dekat, ingin mencoba berwirausaha, dan membagi waktu dengan cermat. Membuat pikiran saya menjadi penuh dan bahkan pada saat mau tidur pun saya masih berpikir tentang apapun.

Saya mencoba berkonsultasi dengan orang tua. Kata mereka hal itu wajar bagi mereka yang sedang bertransformasi dari fasa kuliah ke fasa bekerja. Fasa kuliah yang dimana beban hidup hanya sebatas dosen killer dan skripsi, harus menghadapi fasa bekerja yang penuh dengan tantangan.

Saya juga baru bekerja kurang lebih 2 tahun di pabrik ini. Banyak pengalaman yang saya alami dari manis sampai asam pun saya rasakan. Mungkin kamu juga mengalaminya.

Baru 2 tahun bekerja rasanya terlalu dini untuk menceritakan manis asam dalam dunia bekerja. Tapi hidup itu never end learning yang artinya terus belajar, walaupun tidak melanjutkan jenjang kuliah lagi ke S1.

Jadi, apakah mereka semua berubah? Atau saya yang berubah? Entahlah. Setiap individu punya persepsi masing-masing.

Image : Flickr
Diberdayakan oleh Blogger.