Hikikomori

Istilah itu mungkin baru populer baru-baru ini. Hikikomori ini adalah sebuah sindrom mengurung diri yang terjadi di Jepang. Bisa karena nilainya jelek dan frustasi, patah hati, atau juga takut bertemu orang.

Hikikomori menurut saya tidak hanya terjadi di Jepang. Tapi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kenapa?

Sejak smartphone mulai booming, banyak orang yang mulai individualis. Terpaku dengan gadgetnya sendiri tanpa menghiraukan orang disekitarnya.

Pasti kamu juga pernah menemukan orang yang sedang berjalan tetapi asik dengan smartphone miliknya dan tidak terlihat dia aware dengan sekitarnya. Hmm..atau mungkin kamu juga?

Saya sendiri mengakui kalau saya suka menggunakan smartphone. Tetapi sekarang mulai dikurangi sedikit-sedikit dan mencoba untuk berinteraksi dengan orang lain yang kebetulan duduk bersampingan di kendaraan. Walaupun memang agak kikuk.

Kamar merupakan tempat yang menyenangkan bagi pemuda-pemudi yang beranjak dewasa. Apalagi ditambah fasilitas lain seperti televisi, komputer, atau smartphone. Mungkin smartphone yang dominan karena benda ini memang hampir setiap orang punya.

Yang jelas Hikikomori ini terjadi di Indonesia juga. Dan mungkin untuk Anda yang punya anak beranjak dewasa, harus lebih aktif mendampingi anaknya. Ajak jalan-jalan tanpa smartphone, ngobrol santai, ataupun hal lain yang bisa menjauhkan sementara dari smartphone.
Diberdayakan oleh Blogger.